Kamis, 24 Januari 2019

BISNIS

Tawaran Pertamina Lebih Baik dari Chevron, Kemen ESDM Tanda Tangan Kontrak Kerja Sama Blok Rokan dalam Dua Pekan

news24xx


Fasilitas minyak PT Chevron Pacific Indonesia di daerah Minas yang masuk dalam Blok Rokan di Riau. Foto: Antara. Fasilitas minyak PT Chevron Pacific Indonesia di daerah Minas yang masuk dalam Blok Rokan di Riau. Foto: Antara.

RIAU1.COM -Pihak Pertamina telah membayar bonus tanda tangan sebesar 784 juta dolar AS atau sekitar Rp11,3 triliun kepada pemerintah. Pertamina juga membayar jaminan pelaksanaan sebesar 10 persen dari total komitmen kerja pasti (KKP) yang mencapai 500 juta dolar AS atau sekitar Rp7,2 triliun.

"Pemerintah menargetkan penandatangan kontrak kerja sama bagi hasil (PSC) gross split Blok Rokan dapat selesai dilaksanakan pada akhir Januari 2019," kata Kepala Biro Komunikasi Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (Biro KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi dikutip dari Antara, Rabu (9/1/2019).



BACA JUGA : Dibuka Menguat, IHSG Diprediksi Bergerak Pada Kisaran 6.431-6.485 Hari Ini

 

Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan mengatakan, kontrak kerja sama sudah mulai dibahas. Kontrak sudah bisa ditandatangani dalam dua pekan.

"Dengan dikelolanya Blok Rokan oleh Pertamina mulai 9 Agustus 2021 mendatang, maka kontribusi produksi minyak BUMN tersebut meningkat menjadi 60 persen dari produksi minyak nasional. Tahun 2018, kontribusi produksi minyak Pertamina sekitar 36 persen," ujarnya.



BACA JUGA : Rupiah Pimpin Penguatan Mata Uang Se Asia Pagi Ini

Diharapkan, kontribusi minyak Pertamina meningkat 50 persen pada 2021.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memutuskan untuk mempercayakan pengelolaan Blok Rokan kepada Pertamina pada 31 Juli 2018. Keputusan ini murni diambil atas dasar pertimbangan bisnis dan ekonomi setelah mengevaluasi pengajuan proposal Pertamina yang dinilai lebih baik dalam mengelola blok tersebut dibandingkan PT Chevron Pacific Indonesia. 

Blok yang memiliki luas 6.220 kilometer ini memiliki 96 lapangan. Tiga lapangan berpotensi menghasilkan minyak sangat baik yaitu Duri, Minas dan Bekasap.