Minggu, 16 Desember 2018

BENGKALIS

Sentuh Kabel Listrik, PLN Bengkalis Minta Masyarakar Harus Relakan Pohon Dipangkas

news24xx


Petugas PLN membersihkan pohon yang menyentuh kabel listrik/hari/elpi Petugas PLN membersihkan pohon yang menyentuh kabel listrik/hari/elpi

RIAU1.COM - BENGKALIS - Perusahaan Listrik Negera (PLN) cabang Bengkalis menghimbau dan meminta warga yang memiliki pohon di depan rumah atau di tanah kosong miliknya agar merelakan pohonnya untuk di pangkas terutama pohon yang menyentuh kabel listrik.

Hal ini dikatakan manajer PLN Rayon Bengkalis Hasdedy, menurut Hasdedy hal ini dilakukan agar aliran listrik kepada pelanggan tidak terganggu.

"Terkait musim hujan dan angin kencang jadi  pohon pohon yang menyentuh kabel listrik dinilai sangat berbahaya apalagi saat pohon dalam kondisi basah,"ungkap Hasdedy Kamis 6 Desember 2018.

Diungkapkan Hasdedy lagi, dengan kondisi hujan dibarengi angin kencang apalagi kabel listrik  terbuka terkena angin dan menyentuh pohon bisa membahayakan dan menyebabkan juga listrik padam karena terjadi hubungan arus pendek listrik.

"Bahaya pohon menyentuh kabel memang banyak, selain bisa menyebabkan sengatan listrik juga adanya ranting ranting kayu yang patah dan menimpa kabel dan bisa putus,"katanya.

Dia melanjutkan, seperti terjadi baru baru ini di Jalan kelapasari desa Wonosari  saat hujan lebat kabel di daerah tersebut tertimpa pohon sehingga menyebabkan kabel putus otomatis aliran listrik terputus juga ke pelanggan.

Tingginya curah hujan di akhir tahun ini Hasdedy menyampaikan beberapa tips yang perlu dilakukan pelanggan yakni kalau banjir pohon pohon yang tumbang menyentuh kabel listrik, segera matikan MCB dirumahnya agar tidak tersengat listrik apabila air naik dan hindari dekat dengan jaringan listrik pada saat hujan agar terhindar dari sengatan listrik.

"Untuk itulah kami dari PLN menghimbau untuk merelakan pohonnya di tebang dan untuk melakukan penebangan warga cukup melapor kepihak PLN, nanti petugas kami yang melakukan penebangan,"tambahnya.***


R24/hari