Minggu, 16 Desember 2018

BENGKALIS

Berhembus Kabar Bupati Bengkalis Ditetapkan Tersangka Kasus Proyek MY, Ini kata Jubir KPK

news24xx


Bupati Bengkalis Amril Mukminin/int Bupati Bengkalis Amril Mukminin/int

RIAU1.COM - BENGKALIS - Saat ini, beredar kabar yang menyebutkan Bupati Bengkalis Amril Mukminin sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus dugaan korupsi proyek Multiyears Batu Panjang-Pangkalan Nyirih Rupat, Tahun Anggaran 2013-2015.

Ketika dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah, Senin 3 Desember 2018 malam menyembutkan bahwa kabar itu tidaklah benar alias hoax.

Diutarakan Febri Diansyah bahwa,  KPK belum ada menetapkan tersangka baru. Sedangkan untuk proses penyidikan dugaan korupsi masih terus berlanjut

"Belum ada menetapkan tersangka baru. Masih proses penyidikan terhadap dugaan korupsinya masih berlanjut,"ungkap Jubir KPK Febri Diansyah.

Diutarakan Febri lagi, dalam kasus itu, KPK masih menunggu hasil akhir perhitungan soal indikasi kerugian negara yang diproses oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

"Belum ada tersangka baru di kasus Bengkalis. Penyidikan masih berjalan. Kami masih harus menunggu audit perhitungan kerugian negara dari BPK,"ujarnya lagi.

Dia menjelaskan, KPK akan mengambil langkah-langkah berikutnya bilamana dari hasil audit terhadap kerugian negara keluar serta pengembangan terhadap pelaku lain.

"Jika audit sudah selesai barulah akan dibahas langkah berikutnya atau pengembangan perkara pada pelaku lain,"ungkap Febri lagi.

Lanjutnya,  tidak menutup kemungkinan KPK akan kembali memanggil pihak-pihak terkait untuk diminta keterangan.

"Masih, dan akan ada sesuai kebutuhan penyidikan,"ungkap dia lagi.

Dari pemberitaan sebelumnya, Proyek peningkatan Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih yang berada di Pulau Rupat Kabupaten Bengkalis Riau adalah proyek pembangunan jalan sepanjang 51 kilometer lebar 6 meter.

Proyek multiyers 2013-2015 ini di gelontorkan dari uang APBD Kabupaten Bengkalis dengan anggaran Rp495 miliar. Dalam kasus tersebut, KPK sudah menetapkan dua tersangka. Yaitu, mantan Kepala Dinas PU Bengkalis Muhammad Nasir yang kini menjabat sebagai Sekretaris Daerah Kota Dumai dan Direktur Utama PT Mawatindo Road Construction Hobby Siregar.***