Kamis, 23 Mei 2019

BENGKALIS

Ruang Tunggu Penyeberangan Roro Sungai Pakning-Bengkalis Kondisi Memprihatinkan

news24xx


Kursi ruang tunggu penyeberangan Sungai Pakning-Bengkalis banyak yang copot.foto:istimewa. Kursi ruang tunggu penyeberangan Sungai Pakning-Bengkalis banyak yang copot.foto:istimewa.

RIAU1.COM - Ruang tunggu penyeberangan Roro Sungai Pakning-Begkalis kondisinya sangat memprihatinkan. Gedung yang dibangun Pemkab Bengkalis ini terkesan tidak dirawat. Padahal, warga sangat membutuhkan ruang tunggu itu saat menunggu kapal ke Bengkalis.

Tarmizi Yusa, salah seorang warga Pekanbaru yang kebetulan mau pergi ke Bengkalis mengaku kaget dengan kondisi ruang tunggu penyeberangan tersebut. 



BACA JUGA : Penggeledahan KPK di Rumdis, Kantor Bupati Hingga Dinas PUPR Bengkalis Menyangkut Kasus Proyek Jalan

"Kursi di ruang tunggu penyeberangan banyak yang tak layak pakai. Berkarat dan hilang sebagian," kata Dosen UIR Pekanbaru ini kepada Riau1.com, Selasa (19/2/2019).

Tak hanya itu, WC dan fasilitas lainnya yang ada di ruang tunggu tidak berfungsi. "Tidak ada air. Kran juga tak bisa digunakan. Terminal yang megah, tapi fasilitas yang ada sangat memprihatinkan," tambahnya.



BACA JUGA : Penyidik KPK Bawa 2 Koper dari Kantor Bupati Bengkalis

Berdasarkan Peraturan Bupati (Perbup) Bengkalis Nomor 14 Tahun 2015, lanjut Tarmizi, penumpang dikenakan biaya Rp6.500. Selain itu penumpang juga dikenakan biaya tanda masuk  Rp2.000 per orang. 

Kemudian, berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Bengkalis Nomor 13 Tahun 2011, salah satu pasal menyebutkan, terminal penumpang tidak berfungsi sebagai pelayanan publik, namun hanya digunakan untuk penyeberangan.

"Sebagai warga, tentu kita pertanyakan Perbup dan Perda ini, apakah sudah dilaksanakan? Buktinya, kondisi yang kita lihat hari ini, gedung mewah yang dibangun dari APBD Bengkalis kondisinya memprihatinkan. Kenapa ini dibiarkan saja?," ujarnya.

"Tak terbayangkan kalau musim perayaan. Warga berjubel memerlukan pelayanan di ruang tunggu, tapi fasilitas pendukung tak ada yang berfungsi. Padahal, dana masuk dipunggut, tapi perawatan tak ada sama sekali. Kita harapkan Bupati Bengkalis menyikapi persoalan ini secepatnya," tutup Tarmizi Yusa.