Selasa, 23 Juli 2019

ADVERTORIAL

Buka FKD Tahun 2019, Bupati Sukiman Minta Kepala OPD di Rohul Lebih Kreatif Cari Dana APBN

news24xx


Bupati Rokan Hulu H Sukiman memberia arakan kepada seluruh OPD/alfa/adv Bupati Rokan Hulu H Sukiman memberia arakan kepada seluruh OPD/alfa/adv

RIAU1.COM -  PASIR PENGARAIAN - Bupati Rokan Hulu H. Sukiman, meminta kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar lebih kreatif, mencari pembiayaan lain di luar dana APBD Rohul.

Hal tersebut disampaikan Sukiman saat membuka Forum Perangkat Daerah (FKD) di kantor Bappeda Rohul, Senin (4/3/2019).

Menurut Bupati Rokan Hulu Sukiman, prioritas pembangunan daerah masih meliputi prioritas infrastruktur jalan dan jembatan, pembangunan kantor pemerintah, kesehatan dan pendidikan.

Namun untuk memenuhi itu semua, pemerintah daerah, masih diganjal persoalan terbatasnya anggaran daerah. meski demikan, mantan dandim Inhil itu memita, OPD tidak menjadikan keterbatasan anggaran sebagai alasan untuk tidak berbuat  maksimal dalam pembangunan daerah.

“Masih banyak pembiyaan lain seperti APBD Provinsi, APBN dan Kementrian yang bisa disinergikan dengan porgam pembangunan daerah. Makanya, setiap kepala opd harus dapat menjalin komunikasi, jangan habis apel, duduk di kantor, baca koran merokok lalu pulang kerumah.” kata Sukiman

Sukiman juga berharap, dalam Forum Perangkat daerah ini, seluruh OPD benar-benar serius mengusulkan program kerja pemerintah daerah 2020, dan usulan itu  benar-benar untuk kebutuhan rakyat bukan untuk kelompok atan golongan.  

Di tempat yang sama, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Rokan Hulu Nifzar mengatakan, Forum Perangkat Daerah 2019 adalah tahapan perencanaan untuk mensingkronisasi, mensinergikan dan mengatur porgram antar opd untuk mendukung terrcapainya visi msi dan prioritas pembagunan tahun 2020.

“forum perankat daerah ditaja dalam rangka memenuhi tahapan perncanaan pembanguan 2020. intinya kita melakukan mensongkrinisasi, mensinergikan, mengatur porgram antar opd dan kegiatan antar program, agar menjadi satu kesatusn mendukung visi msi dan mendukung prioritas pembagunan tahun depan.” jelas Nifar.  

Dikatakanya, dalam pengajuan setiap program akan menampilkan pagu indikatif. Pagu indikatif tersebut baru menjadi defenitif, ketika TAPD mengetahui prediksi penerimaan dan kebutuhan belanja dari dana provinsi dan pusat.

“Dari itu akan tersusun program kegiatana yang alokasinya di kabupaten rokan hulu, tapi sumber dananya provinsi. Untuk APBN juga kita sudah menyusun program kegiatan baik untuk DAK dan dana yang berasal dari kementrian," ucapnya.

Ditambahkanya, sampai sejauh ini pagu indikatif sementara megacu pada APBD tahun 2019 yaitu Rp1.475 hingga Rp1,5 triliun. Namun angka tersebut,  kemungkinan masih bisa bertambah.

“setelah ini kita akan rapat bersama sekda skpd terkait prdiksi penerimaan tahun 2020.lalu,  setelah forum opd ini tanggal 11-12 akan dilakukan rapat kordinasi menysussn strategi usulan program kegiatan didanai provinsi dan pusat dan puncaknya kita akan laksanakan musrembang tanggal 13 maret 2019,” pungkas Nifzar.***

(Adv/Kominfo Rohul/alfa)