Jumat, 19 Juli 2019

POLITIK

Persilahkan Demokrat Keluar dari Koalisi, BPN Prabowo-Sandi: Tolong Jangan Bikin Gaduh!

news24xx


Juru bicara BPN Prabowo-Sandi, Andre Rosiade bersama SBY saat melayat ke Cikeas Juru bicara BPN Prabowo-Sandi, Andre Rosiade bersama SBY saat melayat ke Cikeas

RIAU1.COM - Cuitan Wasekjen Partai Demokrat, Rachland Nashidik membuat internal koalisi Adil Makmur bergejolak. Tim Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi pun dibuat geram.

Juru bicara BPN, Andre Rosiade mengatakan, koalisi masih belum layak untuk dibubarkan, karena masih berjuang bersama mengawal sidang sengketa pilpres yang tengah berproses di Mahkamah Konstitusi (MK).

Namun, Caleg DPR RI dapil Sumatera Barat (Sumbar) itu mempersilahkan partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu jika ingin keluar lebih awal dari koalisi.

"BPN masih membutuhkan koalisi untuk mengawal gugatan di MK. Tapi kalau Demokrat ingin keluar dari koalisi silakan, monggo, silakan saja Demokrat keluar," ucap Andre, dilansir RMOL.id, Senin 10 Juni 2019.



BACA JUGA : Menkopolhukam Wiranto Tegaskan Tidak Ada Penangguhan Penahanan untuk Kivlan Zen

Andre mengaku keberadaan Demokrat di koalisi selama ini juga masih terkesan abu-abu. Untuk itu, jika masih ingin di lingkaran koalisi, politisi Gerindra itu ingin Demokrat tegas mengikuti aturan main di koalisi.

"Kami udah capek menghadapi hal seperti ini 8 bulan. Jadi, terserah kalau mau keluar keluar silakan, monggo. Kalau mau di dalam ayo kita bareng-bareng. Tapi tolong jangan bikin gaduh!" tegasnya.

"Jadi, kami mau yang tegas-tegas aja jangan abu-abu lagi. Jangan jadi duri dalam daging," tukasnya.



BACA JUGA : Erick Thohir Tak Pernah Diajak Jokowi Bicara Kabinet

Seperti yang diketahui, Wasekjen Partai Demokrat, Rachland Nashidik dalam akun Twitter-nya menyarankan agar Koalisi Indonesia Kerja dan Koalisi Indonesia Adil Makmur dibubarkan.

"Pak Prabowo, pemilu sudah usai, gugatan ke MK adalah gugatan pasangan capres, tidak melibatkan partai. Saya usul Anda segera bubarkan koalisi dalam pertemuan resmi yang terakhir karena anda pemimpin koalisi yang mengajak bergabung, datang tampak muka, pulang tampak punggung," ucap Rachland dalam cuitannya.

Tidak hanya Prabowo Subianto, ia juga menyarankan kepada Jokowi untuk membubarkan koalisi karena mempertahankannya, berarti mempertahankan perkubuan di akar rumput dan mengawetkan permusuhan serta memelihara potensi benturan dalam masyarakat.