Sabtu, 16 November 2019

NASIONAL

Lion Air Belum Ketahui Jumlah Data Penumpang Indonesia yang Bocor di Malaysia

news24xx


Pesawat Lion Air Boeing 747-400. Foto: AFP. Pesawat Lion Air Boeing 747-400. Foto: AFP.

RIAU1.COM -Lion Air tengah menyelidiki berapa jumlah penumpang yang datanya mengalami kebocoran, termasuk penumpang Indonesia. Penyelidikan tersebut akan dibantu oleh pihak berwenang dari Malaysia karena lokasi peretasan data diperkirakan berada di sana.

"Begitu berita ini viral, kami langsung melakukan legal action kepada pihak berwenang di Malaysia. Dan sedang dalam proses investigasi," jelas Daniel Putut Kuncoro Adi, Managing Director Lion Group dikutip dari Kumparan.com, Kamis (18/9/2019).

Jadi, data-data orang Indonesia pun belum tahu jumlahnya. Karena, nama-nama itu juga masih ditutup di Malaysia.



BACA JUGA : Dirut PT Hutama Karya Pastikan Jalan Tol Pekanbaru-Dumai Sepanjang 131 Kilometer Beroperasi Tahun Depan

"Jadi, kita sedang menginvestigasi," tambahnya.

Sebelumnya, akun Twitter peneliti keamanan Under the Breach mengungkapkan bahwa terdapat 35 juta data penumpang Malindo Air dan Thai Lion Air yang bocor di forum pertukaran data internet. Adapun data-data tersebut di antaranya berupa nama, KTP, alamat, e-mail, nomor paspor, hingga tanggal kedaluwarsa paspor.



BACA JUGA : Putra Sulung Jokowi Umumkan Nama Anak Keduanya, La Lembah Manah

Selain menyelidiki jumlah pengguna, Lion Air juga sedang menyelidiki pihak administrator yang bertanggung jawab atas kebocoran tersebut.

Sebelumnya, layanan cloud milik Amazon Web Services (AWS) disebut sebagai pihak yang menyimpan data penumpang Lion Air yang bocor. Namun, hal tersebut ditampik oleh Daniel karena pihaknya tidak hanya bekerja sama dengan AWS.

"Kami belum bisa menyebutkan administratornya, karena sedang dalam proses investigasi. Tapi kami yang terlibat langsung dengan administrator. Kami sedang proses investigasinya, jadi pihak mana yang sebetulnya melakukan hal ini. (Jumlahnya) banyak. Ratusan yang kerja sama. Pihak berwenang yang akan melakukan investigasi," jelas Daniel.