Rabu, 23 Oktober 2019

NASIONAL

Saat Bertemu di Batam, Ini Pesan Terakhir BJ Habibie untuk Menteri Susi Pudjiastuti

news24xx


Menteri Susi Pudjiastuti saat melayat ke rumah duka almarhum BJ Habibie, Kamis.  Menteri Susi Pudjiastuti saat melayat ke rumah duka almarhum BJ Habibie, Kamis.

RIAU1.COM - Indonesia sedang berduka. Kehilangan tokoh bangsa mantan Presiden RI BJ Habibie. 

Saat bertemu terakhir kali bulan April lalu di Batam, ada pesan terakhir BJ Habibie untuk Menteri Susi Pudjiastuti. 

Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti menyampaikan rasa dukanya mengetahu wafatnya B.J. Habibie pada Rabu (11/9/2019) sore.



BACA JUGA : Kota Batu Diterjang Badai dan Angin Kencang, 515 Rumah Rusak

 

"Saya pikir kita berduka dan satu kehilangan yang luar biasa untuk saya," ungkapnya saat ditemui di rumah duka di kawasan Patra Kuningan, Jakarta Selatan pada Kamis (12/9/2019), seperti dilansir bisnis.com. 

Menurutnya, Habibie adalah pelopor kebebasan dan kemerdekaan, terlebih lagi adalah sosok yang menegakkan kebebasan pers di Indonesia saat menjabat sebagai orang nomor satu di Indonesia.

Susi juga menyebut ada beberapa pesan yang selalu dia ingat dari Habibie yakni selalu memberikan dukungan penuh padanya. 

"Untuk saya sendiri, (saya) mengenal beliau. Beberapa kali ketemu sebelum saya jadi menteri dan selalu men-support. 'Indonesia ini perlu commuter service, do it, continue.' Terakhir ketemu di Batam akhir April saat menenggelamkan kapal terus saya cerita, beliau bilang 'go stand still, be strong, continue your work'," cerita Susi.

Susi melanjutkan, Habibie adalah sosok yang memiliki sifat optimistis dan tidak pernah memiliki pikiran negative, sehingga kematian Habibie menjadi suatu kehilangan bagi bangsa Indonesia. 



BACA JUGA : Walikota Risma Tolak Mentah-Mentah Tawaran Jadi Menteri Dari Megawati Dan Puan Maharani

 

"Saya pikir hal yang luar biasa, optimisme dan dukungan dan selalu positif beliau. Beliau tidak punya energi yang negatif, itu positif kalau ketemu. Negara ini kehilangan bapak penegak demokrasi dan kebebasan," tutupnya.

R1/Hee 




DN05 | Desktop - Read Right Side 300px