Minggu, 22 September 2019

MERANTI

Ini Upaya Bappeda Gesa Peningkatan Ekonomi Meranti

news24xx


Ilustrasi Pohon Karet Ilustrasi Pohon Karet

RIAU1.COM - Sebagai instansi yang merencanakan pembangunan daerah, Wakil Bupati Meranti, Said Hasyim meminta Bappeda Kepulauan Meranti menyusun rencana dengan perencanaan yang matang dalam upaya percepatan peningkatan ekonomi meranti. 

 

Kepala Bappeda Meranti melalui Sekretaris Bappeda Agusyanto M.Si, mengatakan ada berbagai hal terkait upaya peningkatan ekonomi Meranti melalui arah kebijakan yang harus dilakukan dalam menggesa peningkatan ekonomi Meranti.

 

"Arah kebijakan itu Pertama penanggulangan kemiskinan, Kedua meningkatkan program perlindungan sosial, Ketiga peningkatan akses rumah tangga pada pelayanan dasar, Keempat pemberdayaan masyarakat, Kelima pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan inklusif" paparnya, Rabu (17/7/2019). 

 



BACA JUGA : 13 ASN Ajukan Mutasi Masuk ke Meranti

 

Azharuddin, menuturkan, saat ini tingkat kemiskinan Meranti jauh menurun dari 43 Persen sejak awal berdiri menjadi 27.79 Persen. Meski jauh menurun dan berhasil memperkecil Gep, namun angka itu masih menjadi yang terbesar di Riau. 

 

Penyebabnya adalah rendahnya harapan hidup, rendahnya pendapatan perkapita dan lama sekolah yang menjadi penentu nilai IPM.

 

Lebih jauh dijelaskan Azharuddin, turunnya ekonomi di Meranti disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya turunnya harga produksi perkebunan misalnya Kelapa, Karet dan lainnya. Hal ini menyebabkan petani menjadi malas yang berdampak pada turunya kekuatan ekonomi keluarga. 

 

"Jadi yang harus dilakukan oleh Pemerintah adalah bagaina cara agar harga komoditi tetap stabil sehingga para petani tetap bersemangat," ujarnya.

 



BACA JUGA : Tak Kuat Melawan Asap, 5 Siswa MAN 2 Kepulauan Meranti 'Tumbang'

 

Penyebab selanjutnya adalah, kurangnya pengetahuan masyarakat dalam mengelola potensi yang SDA yang ada, yang ditandai dengan banyaknya potensi yang terbuang.

 

Solusinya menurut Azharruddin, diperlukan pelatihan dan pendidikan kepada masyarakat yang didukung dengan teknologi tepat guna seperti pembangunan Industri hilir.

 

"Sebab potensi SDA saja tidak cukup tanpa didukung oleh potensi SDM yang berkualitas agar seluruh potensi yang ada dapat dimanfaatkan secara optimal," pungkasnya.