Jumat, 19 Juli 2019

KAMPAR

Lintas Barat ke Sumbar Mulai Dipadati Pemudik, Polres Kampar Siapkan Tim Urai Macet

news24xx


Imbauan yang dipasang oleh Polres Kampar di jalur lintas barat. Imbauan yang dipasang oleh Polres Kampar di jalur lintas barat.

RIAU1.COM -Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kampar menyiapkan tim urai macet guna mengantisipasi kepadatan arus kendaraan di jalur lintas barat, yang menghubungkan Provinsi Riau dengan Sumatera Barat (Sumbar).

Bahkan pada pantauan Kamis 30 Mei 2019, kendaraan pemudik sudah mulai hilir mudik, dengan tujuan menuju Sumbar, dari Kota Pekanbaru dan sekitarnya.

Kasatlantas Polres Kampar AKP Fauzi menuturkan, ada peningkatan volume kendaraan yang melintas pada pantauan hari ini, bila dibanding sebelumnya. Meski demikian, jumlahnya tak begitu signifikan.



BACA JUGA : Gelar Jumat Bersih, Babinsa Desa Pangkalan Serik Kampar Ajak Masyarakat Cegah Karhutla

"Ada peningkatan hari ini, terutama mulai pagi tadi, namun masih normal. Memang sudah ada yang mudik tapi belum meningkat signifikan," ungkap AKP Fauzi pada Kamis siang.

Aktivitas mudik tersebut, didominasi oleh kendaraan roda dua. Dari tahun ke tahun, jalur lintas barat ini selalu menjadi rute favorit masyarakat di Riau, khususnya Kota Pekanbaru untuk mudik, atau jalan-jalan menghabiskan liburan.

Polres Kampar pun juga sudah menyiapkan tim urai macet, yang terdiri dari kesatuan lalu lintas, Reserse hingga Sabhara, termasuk stakeholder lainnya.



BACA JUGA : Satgas TMMD Kodim 0313 Kampar Bantu Warga Desa Balung Bangun Jembatan

Tim urai macet tersebut disiagakan bila terjadi kepadatan kendaraan, mengingat di Kabupaten Kampar yang menjadi perlintasan jalur barat ini terdapat pasar-pasar rakyat.

"Pasar yang berada di jalur lintas di wilayah kita ini tentunya berpotensi kemacetan. Misalnya Pasar Kuok, Airtiris dan Pasar Kampar. Pasar tersebut ramai pada hari-hari tertentu," lanjut Kasatlantas Polres Kampar.

Kata Fauzi, Ada tiga tim pengurai macet yang disiapkan, dengan personel sebanyak tujuh orang tiap regunya. Mereka akan langsung bergerak bila terjadi hambatan, salahsatunya macet.

"Disiagakan juga bersama instansi terkait lainnya. Ada tiga tim dengan jumlah tujuh personel. Mereka (21 orang tersebut, red) langsung bergerak ketitik macet," singkatnya.