Sabtu, 20 Juli 2019

KAMPAR

Galian C di Desa Lubuk Siam Rampas Kesejahteraan Masyarakat Aparat Desa 'Tutup Mata'

news24xx


Salah seorang anak negeri Desa Lubuk Siam Kecamatan Siak Hulu Mashari menunjukan  beberapa titik Jalan Rusak dampak pertambangan galian C (F:Toni) Salah seorang anak negeri Desa Lubuk Siam Kecamatan Siak Hulu Mashari menunjukan beberapa titik Jalan Rusak dampak pertambangan galian C (F:Toni)

RIAU1.COM -Kampar-  Galian C dikawasan Desa Lubuk Siam, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, betul-betul membawa dampak negatif terhadap lingkungan dan juga terhadap kesejahteraan masyarakat.

Pantauan riau1.com terlihat beberapa unit mesin penyedot pasir tidak behenti-hentinya melakukan penyedotan. Mereka menyedot pasir dari dalam dasar Sungai Kampar.


BACA JUGA : Gelar Jumat Bersih, Babinsa Desa Pangkalan Serik Kampar Ajak Masyarakat Cegah Karhutla


Dampak dari aktifitas penyedotan ini sangat merugikan masyarakat, lingkungan dan juga kesejahteraan masyarakat.

"  Ini merupakan kepentingan perorangan atau kelompok yang mencari kekayaan dengan merampas kekayaan Sumber Daya Alam (SDA) Desa Lubuk Siam," kata salah seorang anak negeri desa itu, Mashari Valen saat diwawancarai riau1.com.

Atas aktifitas ini, sebut Mashari, dirinya selaku masyarakat merasa dirugikan sebab dampak dari pertambangan diduga Ileggal ini merusak jalan rakyat " Seharusnya kami menikmati jalan aspal mulus, karena ada akfitas pengangkutan truk- truk bertonase berat membawa matrial jalan kami rusak parah," sebutnya.


BACA JUGA : Satgas TMMD Kodim 0313 Kampar Bantu Warga Desa Balung Bangun Jembatan


Kemudian dengan aktifitas ini katanya lagi, sudah banyak juga masyarakat yang memiliki lahan di bibir sungai Kampar, apa lagi yang berjarak tidak jauh dari lokasi pertambangan karena lahan atau perkebunan mereka terjun ke Sungai.

" Bagi pengusaha sih untung, bagi masyarakat banyak ruginya, jalan rusak, lahan terjun ke sungai lalu air kotor. Dan keberadaan pertambangan itu juga tidak menjamin kesejahteraan Sumber Daya Manusia (SDM) di desa ini,"  beber Mashari.

Dengan adanya aktifitas ini dikatakan Mashari lebih jauh, pihak desa seakan 'Tutup Mata' dan tidak mau perduli terhadap kesejahteraan masyarakat.

 " Seharusnya pihak desa mengkaji lebih dalam lagi,  banyak merugikan atau menguntungkan untuk masyarakat. Kalau merugikan sebaiknya ditutup saja,"  harapnya.

Sebab dengan penyedotan galian C ini air juga tercemar ke hilir pertambangan " Air sudah keruh, gara-gara pertambangan ini kami tinggal di hilir harus menikmati air kotor," ucapnya.

Harapan Mashari, Pemerintah Kabupaten Kampar sebaiknya turun tangan menertibkan pengusaha yang merampas kekayaan alam masyarakat Desa Lubuk Siam, agar masyarakat bisa merasakan pembangunan infrastruktur jalan dengan waktu lama.

 " Ini belum bertahun jalan sudah hancur, kami masyarakat hanya dapat debu dan jalan berlobang," pungkasnya.

R1/Toni