Jumat, 20 September 2019

INTERNASIONAL

Polisi Israel Larang Azan Berkumandang dari Masjidil Aqsa

news24xx


Foto: Internet Foto: Internet

RIAU1.COM - Polisi Israel melarang azan dikumandangkan dari Masjid AI-Aqsha, tempat suci ketiga umat Muslim, dan menyerang orang Palestina yang berkumpul di luar Bab AI-Asbat, salah satu gerbang utama menuju Kompleks Masjid Al-Aqsha di Kota Tua AI-Quds (Jerusalem). 

Polisi Israel melarang orang menunaikan Salat lsya setelah polisi Israel menutup semua gerbang ke masjid itu untuk menghalangi orang beribadah di dalam tempat suci ketiga umat Muslim tersebut, kata beberapa saksi mata. 

Jamaah telah menunaikan salat sejak siang hari pada Selasa, 12 Maret 2019 di luar gerbang ke kompleks Masjid AIAqsha setelah polisi menyerang orang yang beribadah di dalam kompleks itu dan mengusir mereka ke luar sebelum menutup semua gerbang dan melarang orang secara bebas beribadah di dalamnya. Polisi Israel menuduh "orang Muslim telah membakar pos polisi di dalam kompleks tersebut". 

Rakyat Palestina telah membantah tuduhan mengenai pembakaran itu, kata Kantor Berita Palestina, WAFA yang dilansir dari Antara, 13 Maret 2019.

Sebagian warga Palestina menegaskan bahwa pembakaran tersebut diduga dilakukan oleh polisi Israel sendiri atau antek mereka untuk digunakan sebagai dalih bagi penutupan kompleks itu sebagai bagian dari rencana untuk memaksa ditutupnya tempat ibadah Bab Ar-Rahmah. Polisi Israel telah berusaha melakukan penutupan tersebut selama lebih dari tiga pekan. 

Beberapa saksi mata mengatakan banyak polisi yang ditempatkan di dalam Kota Tua. tapi terutama di Gerbang Masjid AI-Aqsha menghalangi orang Palestina yang datang untuk menunaikan Shalat Isya di tempat terbuka di Iuar Bab AI-Asbat. 

Baku-hantam terjadi di satu tempat dan polisi menggunakan kekerasan untuk mengusir orang yang mau beribadah. 

Komisi Bulan Sabit Merah Palestina mengatakan organisasi itu membawa empat orang yang cedera karena dipukuli ke rumah sakit. 

Polisi Israel, katanya. menyerang petugasnya di Bab AI-Asbat dan melarang mereka berada di daerah tersebut.